eR-Ka menerima sumbangan tulisan review yang Anda tulis sendiri. Mohon tidak mengirimkan tulisan review orang lain. Silakan kontak eR-Ka di reviewkita@gmail.com. Terima kasih.

Tips: Memindahkan Data dari BB lama ke BB10


1. Hubungkan BB Lama Anda ke BBLink (bukan BB Desktop Manager)

2. Terdeteksi otomatis oleh BBLink dan pilih/klik “Transfer Data” untuk memindahkan data-data BB lama ke BB10
Inline image 1
 
3. “Transfer Data” akan memindahkan file-file dari penyimpanan media, kontak personal dan kalendar yang tidak di-sync ke layanan online, BBM kontak dan grup, passwords, log pemakaian telepon, profil wifi, browser bookmarks and folders, SMS, dan alarm. Email-email dan aplikasi tidak dipindahkan. Memo dan task ada di aplikasi baru bernama “BB Remember”. Klik “Next” untuk melanjutkan.
Inline image 1
 
4. Proses kopi data dari BB lama
Inline image 2
 
 
5. Setelah proses kopi data dari BB lama selesai, akan muncul instruksi untuk menghubungkan BB10 Anda. Cabut kabel dari BB lama Anda dan hubungkan ke BB10. Setelah terdeteksi BB10 baru Anda, klik di icon (dalam gambar berblok biru setelah disorot). 
Inline image 3
 
6. Proses pemindahan data lama ke BB10 sedang dimulai, sampai dinyatakan selesai, jaga agar selalu terkonek dan tidak terputus antara BBLink dengan BB10 Anda. Pastikan batere BB10 Anda cukup dan ada cadangan tenaga untuk PC (misal pakai UPS) jika terjadi pemadaman listrik atau gunakan laptop yang daya tahan baterenya masih bagus.
Inline image 4
 
7. Proses pemindahan selesai. Jika membutuhkan transfer data yang ada di Microsoft Outlook (di luar data yang di-sync dengan layanan online), pilih “Transfer Data”. Jika tidak, klik “Finish”.
Inline image 5

BB10 Z10: I want it!

Februari 27, 2013 1 komentar

Sejatinya, acang adalah acang, benda mati, secanggih apapun. Dia ada untuk mempermudah hidup, bukan untuk mempersulit hidup. Dia ada untuk membantu keperluan-keperluan, bukan untuk memperbudak. Dia ada untuk mendekatkan, bukan untuk menjauhkan.
z10
Blackberry..
Entah kenapa, satu nama ini mencuri perhatian saya lewat seri 7290-nya yang ‘aneh’ di saat saya gemar dengan HP CDMA Sanex dan Sewon yang keduanya sudah tewas saat ini, dan HP GSM PDAPhone yang saya ganti-ganti antara Palm dengan Windows Mobile/PPC. Satu hal yang melewati ekspektasi saya dari BB7290 alias BB pertama saya: SOLID!
Apanya yang solid?
Ya bentuknya yang kokoh, ya aplikasinya yang memenuhi kebutuhan saya dalam tuntutan pekerjaan. Satu saat, di salah satu pekerjaan saya, saya dirasakan menjadi sangat membantu salah satu atasan saya karena selalu bisa online dan merespon dengan cepat email-email yang ditujukan untuk saya. Meskipun, saya saat itu berada di lapangan. Hubungan atasan-bawahan yang tadinya kurang harmonis, menjadi lebih harmonis, dan kekompakan tim kami jadi lebih terjaga, lebih SOLID!
Lama berganti-ganti Blackberry, dari tipe satu ke tipe satu lagi. Semua tak lain karena kebutuhan ONLINE 24 jam untuk melayani customers saya sebagai risiko pekerjaan saya sebagai pelayan konsumen alias customer service. Tak terasa, Blackberry mengajarkan saya arti kesabaran, terutama ketika melayani customers yang banyaknya tidak sabaran. Jaringan yang semakin penuh, membuat BB saya semakin ahli mengajari saya bersabar. Menunggu antrian panjang, terhindar dari keluh kesah karena dunia pekerjaan saya ada di genggaman saya lewat Blackberry.
Waktu berlalu semakin cepat, teknologi rekayasa informasi berkembang jauh lebih cepat. Dan tuntutan pekerjaan pun semakin kompleks.
Tadinya, cukuplah Blackberry yang membantu saya dalam urusan pekerjaan. Namun, BB semakin tertinggal sehingga banyak yang meminggirkan, menggantinya dengan HP lain yang lebih canggih dari sisi hardware maupun software. Aplikasi di BB yang terbatas, memori terbatas, berakhir cukup tragis dengan meminggirkan BB hanya untuk BBM/email/instant messaging dan ini pun dengan berat hati melanda saya.
Saya tidak bisa menjadikan BB untuk edit dokumen (terutama excel). Iya kalau sekedar edit hal-hal sederhana, tapi tidak untuk hal sesederhana formula matematis (1+1 misalnya). Akhirnya, gadget ber-OS lain menjadi pilihan pendamping. Kadang iOS, kadang Android, tapi BB tetap untuk messaging device.
Saat kemunculan Playbook, kembali gairah ini muncul lagi. Sudah bosan dengan gadgets yang tidak bisa multi-tasking (hello, zaman segini masih single tasking?). Harapan tertumpu ke PB yang mengusung OS berbeda dengan OS BB7 (terakhir saat itu).
Sedap sekali rasanya bisa merasakan produk besutan Blackberry tanpa hang, tanpa jam pasir, tanpa lemot, dan sooooo smooooottthhhh…
Tapi sayang beribu sayang, kembali persoalan aplikasi mendera. Aplikasi-aplikasi yang mendukung untuk urusan bisnis, sedikit sekali yang bisa saya manfaatkan dibanding di tablet/hp Android, apalagi iOS.
Dan… penantian pun terus berlanjut, berharap pada kehadiran The New Gen of BB: BB10 Z10!
Yeah! Cuma bisa ngiler saja baca kawan-kawan yang berteman dengan temannya yang baik hati, yang rela meminjamkan BB10 Alpha Device. Cuma bisa ngiler saja membayangkan, betapa mini PB dengan peningkatan kemampuan yang signifikan. Cuma bisa membayangkan, membayangkan dan membayangkan.
Membayangkan Z10 sebagai flagship BlackBerry saat ini, sudah mempunyai kemampuan di atas Playbook yang sudah saya pakai. Z10 yang true multitasking yang saat ini tidak ada handheld lain mampu melakukannya, minimal untuk OS tiga besar. True multitasking, bukan multitasking semu yang hanya mampu menjalankan 1 atau 2 aplikasi yang ditentukan saja, tapi betul-betul multitasking selayaknya di PC. Sambil menunggu selesai proses di browser, misalnya, kita bisa nonton film atau main game dulu atau mengerjakan edit dokumen dulu.
Membayangkan Z10 yang akan mempermudah hidup ini, bukan membebani hidup. Bagaiman mungkin bisa meringankan beban orang lain kalau kita sendiri masih sibuk dengan urusan mempermudah diri sendiri? Terbayang Z10 sooo simple to use dengan gesturenya yang intuitif. Unlock, tinggal geser layar, tidak perlu cari-cari tombol. Mau pindah-pindah aplikasi, tinggal sapu jari di atas layar. Mau lihat semua aplikasi yang jalan, tinggal sapu di layar. Mau lihat BlackBerry Hub untuk melihat semua notifikasi dan pesan, tinggal sapu layar. Simple dan mudah banget!
Membayangkan Z10 yang tidak perlu lagi cabut batere karena jam pasir. Tidak ada lagi yang namanya hang berjamaah. Hang seluruh fungsi BB gara-gara mandeg di satu fungsi (misal restore BBM), tidak perlu lagi ada. Membayangkan Z10 yang serba gegas, cekatan, siap sedia membantu melayani saya.
Z10, OS BB10 pengembangan dari OS QNX yang baru di PB saja sudah hampir memenuhi kebutuhan…
Z10, True Multi-tasking!
Z10, No jam pasir!
Z10, Ada gitu handheld selain BB yang bisa BBM-an?
Z10, Ketimbang berharap handheld lain ber-BBM, lebih nyata Z10 yang jelas-jelas dari BB dan ada aplikasi seperti di platform lain.
Z10 + Telkomsel: cepet, so smooth, so snappy, so cool, GUE banget!
Kategori:Gadgets

#SIMKeliling Bandung bermetamorfosis menjadi SIM Corner

Februari 15, 2013 6 komentar

Saat itu, Senin, 11 Februari 2013, sejak jam 07.00 WIB pagi hari, saya sudah bersiap-siap berburu tempat mangkal #SIMKeliling di Bandung kota. Saya teringat pengalaman beberapa bulan sebelumnya saat mengurus perpanjangan SIM A. Saya telepon Polwilabes, infonya tidak akurat. Saat itu saya menelepon jam 10 pagi, dijawab lokasi dimana, kenyataan dimana. Meski begitu, akhirnya dapat info juga dari internet, lokasi #SIMKeliling hari itu ada di sebuah mini market Jl. Laswi. Kebetulan sedang di jalan, jam 14 meluncur ke lokasi dan terlihat mobil #SIMKeliling sedang beres-beres karena katanya sudah beres. Saya dapat info dari petugas tersebut, besok adanya di Pasar Modern Batununggal.

Besoknya, sesuai informasi dari petugas yang di mobil #SIMKeliling, saya pun sampai di Pasar Modern Batununggal jam 10 pagi. Sampai sana, diberitahu oleh petugas parkir kalau #SIMKeliling bukan di sana, tapi di tempat lain. Dia kasih klu, beli saja koran Tribun, begitu pesannya.
Besoknya akhirnya lihat-lihat twitter karena sudah agak siang (jam 10-an), dapat info #SIMKeliling hari itu ada di sebuah factory outlet di Jl. Banten. Dekat dengan rumah saya. Jam 11-an sampai lokasi tidak terlalu ramai, tapi bingung petugasnya tidak ada. Tanya ke yang sedang duduk-duduk (yang rupanya sedang menunggu giliran di foto), dia menyatakan #SIMKeliling sudah ditutup. Saya pun dapat info dari orang tersebut, kalau mau datang harus pagi-pagi, dibuka jam 9 katanya.

Besoknya mulailah berburu lagi informasi. Kali ini bela-belain pagi-pagi beli koran Tribun Jabar. Jam 8 saya sudah dapat kepastian info lokasi #SIMKeliling hari itu: Carrefour di seputaran Kiara Condong! Langsung meluncur ke lokasi, dan sampai di tujuan kira-kira sudah jam 8.45-an. Parkir di dekat mobil #SIMKeliling dan terlihatlah betapa banyaknya pengantri. Salut juga, jadwal buka jam 9 tapi belum waktunya, petugas sudah siap, pengantri pun sudah bejubel pula.

Dimulailah prosesi penerimaan pendaftaran setelah sebeulmnya Pak Petugas memberikan arahannya soal pengisian formulir. Awal mendaftar, saya diharuskan memberikan fotokopi KTP dan SIM lama, yang saat itu saya terlupa tidak membawa fotokopi KTPnya. Untunglah di mobil saya terselip fotokopi KTP untuk keperluan lain. Saya melihat, pengantri lainnya sibuk menggunakan jasa fotokopi seberang jalan Rp5.000.

Dari awal datang sampai selesai, saya total menghabiskan waktu sebanyak kurang lebih 5 jam. Menyita waktu.

Kali ini, berbekal pengalaman tahun lalu, saya menyiapkan mental yang sama. Pagi-pagi jam 7 mencari loper koran, ternyata belum buka. Browsing sana-sini, telepon sana-sini, kesimpulannya info #SIMKeliling belum diketahui. Jam 7.45 WIB, saya pun berhasil membeli Tribun Jabar di perjalanan.

Menepi dulu di pinggir jalan untuk membaca Tribun Jabar. Agak bingung karena informasi #SIMKeliling yang saya cari tidak ada.

Sampai setelah bolak-balik halaman Tribun Jabar, mata terpaku ke halaman 9 yang berisi info “METRO GUIDE”, ada tulisan “Pelayanan SIM Polrestabes Bandung”. Agak bingung juga, apakah info ini uptodate atau nggak. Bukan apa-apa, tidak ada info lokasi #SIMKeliling soalnya.

DSC_0538

 

Akhirnya saya coba telepon SIM Corner Polrestabes Bandung dan hasilnya nihil alias tidak diangkat-angkat! Sudah agak hopeless, tiba-tiba teringat pernah simpan nomor Polwiltabes Bandung untuk info layanan SIM Keliling: 0224203505. Dan bersyukur sekali, dua kali nada sambung, telepon langsung diangkat. Dan dijelaskan bahwa saat ini layanan mobil #SIMKeliling sudah digantikan oleh outlet SIM, ada di 3 lokasi, persis seperti info di Tribun Jabar!

Jam menunjukan waktu 8.05 WIB. Langsung meluncur menuju Pasar Modern Batununggul dan sampai 50 menit kemudian alias tepat jm 8.55 WIB!

Sampai lokasi, ada 4 pengendara motor sudah menunggu di depan SIM Corner yang masih tutup. Saya pun parkir mobil di samping 2 mobil yang ada. Lokasinya sangat nyaman karena tidak seramai saat tahun lalu perpanjang SIM A.

Jam 9.00 WIB dibukalah ruko SIM Corner. Langsung masuk antrian. Saya pengantri terakhir alias pengantri ke 6 (4 pengantri dari pengendara motor, 1 pengantri dari mobil yang sudah lebih dulu parkir). Daftar dulu dengan menyerahkan fotokopi KTP dan SIM C lama yang asli. Diminta untuk tes kesehatan (hanya tes buta warna), persis di depan loket pendaftaran. Selesai tes kesehatan, ambil formulir di loket pendaftaran sekaligus bayar. Uniknya, di papan biru tertera biaya perpanjangan SIM C adalah 75.000, tapi petugas meminta saya Rp145.000 dan saat saya berikan 200.000 (100rb-an dua), kembalian hanya Rp50.000. Saya sengaja biarkan saja untuk mengetes apakah nanti kekurangannya diusahakan untuk dikembalikan atau tidak :)

Selepas mengisi formulir, sudah ditunggu oleh petugas foto. Menunggu giliran, ternyata saya berubah menjadi pengantri ke-3 setelah seorang ibu pengendara mobil. Rupanya pengantri sebelumnya masih sibuk berkutat mengisi formulir :D

Difoto di ruang kecil yang tidak ada pintunya. Dari tata ruang, sangat ‘nggak banget’. Mungkin tidak ada desain interior khusus yang mumpuni yang dilibatkan untuk menata ruangan yang ada :D

Tapi overall,  kali ini luar biasa jauh banget peningkatan kinerjanya. Total waktu yang saya habiskan untuk membuat perpanjangan SIM C kali ini hanya 14 menit! Ya, betul! 14 menit!
Ini karena saya sudah siapkan: fotokopi KTP dan pulpen sendiri :D
Untuk fotokopi KTP sebetulnya sudah tidak repot lagi karena sudah disediakan printer bermerk HP (Hewlett Packard) di belakang dan bisa dipakai secara gratis, tentunya khusus untuk fotokopi KTP.
Pulpen sudah disediakan tapi hanya tersedia 2, jadi siap-siap antri pulpen kalau tidak bawa sendiri :D

Inilah printer multifungsi yang disediakan untuk fotokopi gratis! Kertas yang tersedia sudah dipotong dan dipaskan sehingga pas sesuai ukuran KTP! Great job Pak Polisi!
DSC_0533

Suasana antrian sesaat setelah saya selesai difoto dan tinggal menunggu selesai cetak SIM (tidak sampai 2 menit!).

DSC_0535

 

 

Inilah SIM Corner Polrestabes Bandung yang berlokasi di Pasar Modern Batununggal Bandung.

DSC_0536

 

 

 

Lokasi Pelayanan SIM Polrestabes Bandung:
Satpas Satlantas Polrestabes Bandung
Waktu: Senin – Sabtu, pukul 08.00 – 12.00 WIB
Tempat: Jl. Jawa No. 1 Bandung

SIM Corner Polrestabes Bandung
Waktu: Senin sampai Minggu, pukul 09.00 – 17.00 WIB
Tempat: Pasar Modern Batununggal Blok RG-03, komplek Batununggal Jl. Soekarno Hatta
Telepon: 022-87526765

SIM Outlet Polrestabes Bandung
Waktu: Senin sampai Minggu, pukul 10.00 – 20.00 WIB
Tempat: Bandung Trade Center (Basement) Jl. Dr. Djunjunan Pasteur

iPad Mini Wifi Version 16GB VS BB Playbook Wifi Version 16GB

Januari 19, 2013 17 komentar

Reviewer: Yosep (y@isatbb.com) Komunitas: Gadgetmart@googlegroups.com Background reviewer:

Saya penikmat gadget(s) yang bisa menunjang dan mempermudah pekerjaan-pekerjaan saya. Saya berusaha mengoptimalkan apa yang ada. Kebetulan, sejak tahun 2008 lalu, saya cocok dan menetapkan hati untuk menggunakan platform Blackberry sebagai penunjang pekerjaan-pekerjaan saya. Selebihnya, Android dan iOS hanya sesekali saja kalau sedang kelebihan duit, seringnya butuh duit, jadi gadgets selain Blackberry cepat mengalir :D Jadi, pengalaman dalam menggunakan iOS sangat minim. Plus ditambah kemampuan mereview juga masih di bawah para suhu dan master di sini ^_^ Spek Fisik dan Teknis iPad Mini Sudah banyak bertebaran sepertinya ya. Percuma dikasih spek teknis tapi gak mau coba langsung, beda feelnya Boss! Tuh, Om OB Iwan saja sudah bertitah, useless kalau merhatiin spek2 gituan kalau ujung2nya pakainya apps itu2 saja macam social media, email, browser sama youtube :D Itu masuknya ranah preferensi pribadi katanya. Saya setuju soal ini. Bukan apa-apa, sebelum pegang barangnya langsung, saya sudah membayangkan dan membandingkan dengan apa yang ada yaitu Playbook. Saat membandingkan itu, saya cumba menyimpulkan: “Oh, itu hanya tablet 7″ lainnya”. Audio Duh, menyedihkan :( Suaranya kok kecil bin sember kalau volume dibesarkan, tapi kalau volume dikecilkan, ya ampuuunn kecil banget. Sangat kontras dengan Playbook. Saya bandingkan dengan BB Torch 9800, Sony Experia Ray, plus tak lupa BB Playbook. Jelas, pemenangnya BB Playbook, kedua BB Torch, ketiga SX Ray. Nyamannya, pakai earphone saja kalau perlu akses audionya. Video Mantab! Menurut pandangan mata saya yang awam dan gak terlatih ini, kualitas videonya sama saja dengan BB Playbook. Kebetulan pembanding yang saya ada cuma BB Playbook saja di saat bersamaan. Seingat saya, dengan Galaxy Tab 8.9 pun sama saja saat putar video sih. Foto Kualitas foto biasa saja untuk ukuran mata saya yang awam. Untuk yang mau memaksa sering foto2 pakai layar segede 7,9″ sebagai viewfindernya, cukup lah :D User Experience Gila! Ya, iPad mini ini betul-betul iPad! Performa, kenyamanan, betul-betul iPad punya! Kebetulan iPad terakhir yang pernah saya coba adalah iPad2. Ada sedikit kekagetan karena sekarang iOS mengadopsi salah satu fitur penting Android yah: Notification Center. Sudah lama denger sih, tapi baru merasakan sekarang. Saat tes game, tak sengaja jari ke swipe dari atas ke bawah, muncul notifikasi :D
IMG_0056
Google Drive! Inilah kebutuhan utama saya sebagai pekerja. Google Drive, terutama Google Spreadsheet. Terakhir saya tes 3 bulan lalu di tablet Android Samsung Galaxy Tab 8.9, Google Spreadsheet sangat tidak nyaman. Sudah coba native brower bawaan Android Honeycomb, sudah coba pula Dolphin Browser HD, sangat tidak nyaman saat akan mengedit. Akhirnya, bertemu BB Playbook yang native browsernya sudah desktop version. Untuk urusan edit-edit Google Spreadsheet, akhirnya saya jagokan BB Playbook. iPad Mini? Hmm.. kesan yang dihembuskan soal image iDevices untuk maen-maen, bukan untuk kerjaan, terus terang membuat saya underestimate akan kemampuan iPad Mini. Saat awal login ke http://drive.google.com saja terlihat iPad Mini ini menampilkan ‘mobile version’. Buka 1 Google Spreadsheet, menyedihkan! Dari sekian luas layar iPad Mini, mungkin hanya 10%nya yang dipakai oleh Google Spreadsheet di mode edit ini. Sangat tidak nyaman! Lihat dong BB Playbook. Begitu buka, login, tampil sederet Google Spreadsheet, tinggal pilih, persis seperti di browser PC! Begitu di klik, muncul tampilan file Google Spreadsheet secara utuh! Playbook gitu loh! Ok, lanjut ke bagian berikutnya: editing! Editing GSpreadsheet di iPad Mini benar-benar membuat saya berkata, “Spread Sh*t!” saking menyebalkannya. Akhirnya, saya switch ke mode “Spreadsheet View”. Sekali klik, diarahkan ke halaman background putih Google, yang menyediakan pilihan untuk terus ke halaman “Desktop Version” atau kembali ke “Mobile Version”. Lanjut ke “Desktop Version”. Di tampilan versi desktop ini lah baru muncul seluruhnya memenuhi layar iPad Mini. Ok, deh, mulai bisa menyamai BB Playbook. Ok, saatnya tes edit-edit. Di BB Playbook, jelas lancar ya edit-edit ini. Meski begitu, ada kelemahan saat edit formula, agak ribet, tapi ya lebih mending lah dibanding tablet lain :p Nah, di iPad Mini ini, edit teks, setelahnya tinggal klik tombol “Return” alias “Enter”. Hasilnya langsung tersave. Saya edit di iPad Mini, hasilnya terlihat di Playbook. Demikian pula sebaliknya. Saat edit formula, misalkan “=6+6″ di cell A1, kalau di PC kan tinggal “Enter” nanti otomatis muncul angka 12 di cell A1 dan kursor ada di A2. Di Playbook ini rada sulit. Klik “Enter” bukannya muncul hasilnya melainkan jadi paragraf baru. Kalau pindah ke cell lain, misalkan A5, maka formula di A1 berubah jadi “=6+A5″. Capek deh! Ini membuat saya males edit2 formula saat sedang mobile :D Tapi, di iPad Mini, sangat mengejutkan. Itu mudah saja dilakukan, ketik formula “=6+6″ di A1, klik “Return”, dan hasilnya muncul angka 12 di cell A1, kursor pindah ke A2. Persis seperti di PC! WOOOOWWW! (Kalau bisa koprol, saya koprol deh!). Dan sampi utak-atik iPad Mini nyampe jauh, di Playbook, problem “Return” ini gak kunjung selesai T.T Jadi, iPad Mini definitely SANGAT COCOK untuk PEKERJAAN terutama Mobile Office Editing! Dukungan Aplikasi Appstore Kesan pertama menggunakan iPad mini: “Wah, ini sih bakal menang gara2 environment apps yang sudah matang! Dan betul saja, saya yang sudah lama tidak menggunakan aplikasi di iOS, betul-betul tersepona. Betapa luwes dan intuitifnya Facebook versi iOS. Jauh deh sama app FB versi OS sebelah minus WP8 (karena belum nyoba) :p
IMG_0057
Hmm.. Jadi teringat, aplikasi Google Drive. Seingat saya itu keluaran Googlenya langsung. Terakhir saya tes di Samsung Galaxy Tab 8.9 yang OS Honeycomb, aplikasi itu rada useless untuk keperluan editing Google Spreadsheetnya. Di Appstore, saya install Google Drivenya. Saya tes. Dan WOW lagi, sekarang ternyata sudah jauh lebih nyaman! Buka Google Spreadsheet cepat, tampilah khas aplikasi mobile, tapi bisa langsung edit realtime. Gara-gara ini, saya cek di Playstore juga via Sony Xperia Ray, dan ternyata betul, Google Drive sudah lebih nyaman untuk editing Google Spreadsheet. Tapi tetap saja, jauuuuuhhhh lebih nyaman editing Google Spreadsheet via Google Drive di iPad Mini. Terlepas dari ukuran layar yang tidak bisa diperbandingkan, namun dari sisi aplikasinya. Di iPad Mini, tinggal klik “Return”, edit formula jauh lebih nyaman dan cepat! Di Android, meski tidak se-sh*t Playbook, tapi saat edit formula, musti pindahkan kursor ke cell lain untuk menampilkan hasil formulanya (dan ini di Playbook tidak bisa jadi solusi), atau klik tanda centang di kiri atas. Kali ini, saya kembali harus berterima kasih pada Tong Fang eh Google karena sudah mau memperbarui aplikasinya. Tapi tetap saja aneh, kenapa aplikasi di iOS jauuuuuuuuhhhh lebih bagus dan lebih nyaman :D :D :D
Siri
IMG_0052
Keyboard
IMG_0021 IMG_0022 IMG_0023 IMG_0020 Kesimpulan: Buat yang gak tongpes mah, hajaaaarrrrrr! iPad Mini SANGAT LAYAK untuk dijadikan pendamping kerjaan maupun sekadar having fun. Jangan percaya semua omongan dan review sebelum Anda mencobanya sendiri dan menyesuaikan untuk keperluan Anda. Oya, saran saya, sebelum nyoba langsung, catat dulu, apa yang Anda butuh lakukan dengan tablet? Jangan blank, soalnya jadi percuma sebagus apapun barangnya kalau blank gak akan ‘mengena’ :D

Eset NOD32

Februari 26, 2011 9 komentar

Sejak tahun 2006, penulis mulai beralih dari antivirus terkenal ke Eset NOD32. Awalnya hanya coba-coba saja, seperti halnya perlakuan pada antivirus-antivirus lainnya. Jika tidak nyaman, penulis akan langsung beralih ke anti virus lainnya.

Sampai tahun 2011 ini, penulis masih tetap setia menggunakan Eset NOD32. Penulis pun sempat mencoba antivirus berlabel 2011 yang menurut sebagian penggunanya sekarang menjadi lebih enteng. Namun, sayang sekali, saat penulis mencoba, kesan pertama yang didapatkan adalah keruwetan setting. Ringan? Tidak juga jika dibandingkan Eset NOD32. Nyaman? Jelas tidak! :)

Bagaimana tingkat kenyamanan ESET NOD32? Intinya yang bisa penulis gambarkan adalah sekali Anda install, setting sambil install (tinggal klik), termasuk memasukan username dan password dari lisensi, kemudian update, dan lupakan :) Proses melupakan inilah yang menjadi kekuatan utama ESET NOD32. Tidak sekadar melupakan, namun juga melupakan virus karena sudah ditangani oleh ESET NOD32 :D

Adapun varian ESET NOD32 (disadur dari http://www.eset.com):
I. Home Edition:
1. ESET Smart Security 4 (Paket lengkap: Antivirus, Antispyware, Firewall dan Antispam)
2. ESET NOD32 Antivirus 4 (Antivirus dan Antispyware)
3. ESET Cybersecurity for Mac (Khusus untuk Mac OS)

II. Business Edition:
1. End Point Solutions: (Antivirus untuk Windows dan Mac, SmartSecurity 4 untuk Windows, Mobile Security untuk Windows Mobile dan Symbian)
2. Server Solutions (ESET Mail Security untuk Windows dan Linux, ESET File Security untuk Windows dan Linux, dan ESET Gateway Security khusus untuk Linux)

Anda juga bisa melihat data yang disajikan oleh pihak ESET betapa efektifnya antivirus mereka bekerja. Bisa cek disini: http://www.eset.com/home/compare-eset-to-competition

Eset dalam kurun 1998-2010 tidak pernah meleset dalam mendeteksi virus. Berikut grafik dari hasil pengujian oleh http://www.virusbtn.com

Browser: Opera, Chrome, Firefox?

Oktober 30, 2010 4 komentar

Kali ini eR-Ka ingin melakukan mini review atas 3 browser yang cukup populer, khususnya bagi pengguna Operating Sistem Windows (Mac OS lebih terkenal dengan Safari-nya :) ). Selain browser bawaan Windows, yaitu yang terkini adalah IE-8, ada juga browser-browser lainnya. Browser yang cukup favorit adalah Firefox, Opera, dan terakhir yang paling bungsu adalah keluaran dari Google yaitu Chrome.

I. Firefox

About Mozilla Firefox

About Mozilla Firefox

Firefox adalah keluaran dari Mozilla Foundation. Firefox yang eR-Ka gunakan adalah versi 3.6.11. Adapun versi termutakhir sampai 30 Oktober 2010 pukul 19:30 WIB adalah versi 3.6.12. Biasanya, Firefox otomatis download updates dan melakukan update sendiri. Namun karena eR-Ka saat ini menggunakan Chrome untuk kegiatan sehari-hari, update FF3 (Firefox 3) sedikit ‘terbengkalai’ ;)

Tampilan Firefox3

Tampilan Firefox3

Tampilan Firefox3 cukup sederhana selayaknya sebuah browser memang tidak usah memiliki tampilan yang macam-macam. eR-Ka pernah juga mencoba varian Firefox, yaitu Flock, browser yang didedikasikan untuk para pengguna social networking. Namun, yang eR-Ka rasakan, Flock kurang simple karena memang penggunaanya mengandalkan widget social networking macam Facebook, twitter, dll. Sebetulnya Firefox3 pun mampu melakukan itu semua.

Subjektif menurut eR-Ka, FF3 ini lebih ringan dibandingkan IE8. Karena itulah FF3 masih ‘laku’ meski OS Windows sudah bundling dengan IE-8 :D

FF3 Addons

FF3 Addons

Satu hal yang cukup menarik dari FF3 ini adalah kelengkapan addons yang disediakan. Mulai themes, extensions, dan plugins. Semua bisa diatur sesuai kebiasaan dan kebutuhan browsing kita.

Selain itu, kemudahan pengaturan ‘bookmarks-bar’ menjadi salah satu alasan eR-Ka suka dengan browser satu ini. Sayang sekali, saat eR-Ka menjadikan FF3 sebagai browser utama, agak terganggu dengan terlalu seringnya FF3 restart bahkan sampai versi 3.6.11 ini. Dengan sangat terpaksa eR-Ka pun berganti ke browser Opera.

II. Opera
Opera mulai eR-Ka lirik mengingat FF3 lama-lama mulai terasa lambat, tidak lincah, serta sering menghambat dengan terlalu seringnya crash di saat-saat yang menurut eR-Ka sedang cukup penting. Intinya, eR-Ka mulai merasa tidak nyaman menggunakan browser FF3.

Sebenarnya, dari dulu eR-Ka sudah mengenal browser satu ini. Apalagi, untuk urusan mobile browser, menurut eR-Ka, sampai saat ini Opera Mini  menjadi salah satu browser yang sangat diandalkan. Namun, dulu saat eR-Ka menggunakannya, opera terkesan lambat dan memakan resource yang sangat besar sehingga membuat lambat di loading dan tampilan.

Opera 10.6.3

Opera 10.6.3

Namun, eR-Ka sangat terkesan dan cukup kaget saat mencoba kembali Opera 10 (versi terakhir yang eR-Ka coba: 10.6.3). Opera 10 ternyata begitu enteng, stabil, gesit, dan lincah. Oya, fleksibilitas tampilannya juga sangat menggoda!

Tampilan bisa dibuat sangat simple (hanya menampilkan address bar saja), atau juga cukup meriah (dengan widget bar, dll.). Wow, good job, Opera!

 

 

Opera Menu

Opera Menu

 

Tampilan Opera 10.6.3

Rasanya cukup nikmat juga menjadi Opera sebagai pengganti FF3. Meski merasa cukup kehilangan dengan DTA-nya FF3, namun eR-Ka masih bisa menerimanya karena eR-Ka bukan tipe downloader aktif :D

Satu hal yang membuat eR-Ka mencoba pindah ke Google Chrome: Opera di Windows7 entah kenapa seringkali memakan resource yang sangat besar sehingga membuat komputer seringkali melambat. Setelah Opera ditutup, barulah PC bekerja normal lagi. Kalau di XP, tidak ada masalah dengan Opera.

III. (Google) Chrome
Kali ini pelabuhan terakhir eR-Ka ada di Chrome. eR-Ka juga sempat kecewa saat awal Chrome keluar sebagai beta-nya. Sering crash, tidak stabil, extension yang sedikit, dll. membuat eR-Ka mudah melupakan Chrome.

Chrome 7.0.517.41

Chrome 7.0.517.41

Inilah versi Chrome terbaru yang eR-Ka gunakan: 7.0.517.41 (30 Oktober 2010). eR-Ka betul-betul sangat terkesan dengan singsetnya browser satu ini.

Menawarkan simplisitas, Chrome buat eR-Ka menjadi browser favorit no. 1, setelah itu FF3, baru Opera 10. Bagaimana tidak, extension yang memikat dan simple. Tidak seperti extension di FF3, extensi di Chrome berjalan sangat halus dan terintegrasi tapi juga tidak mengganggu pemakai. Contoh, extension “Chromed Bird” yang eR-Ka gunakan.

Chromed Bird

Chromed Bird

Cukup klik icon “Chromed Bird”, Anda lansung bisa melihat twitter terbaru untuk akun Anda, begitu pula halnya dengan “compose new tweet”, reply, retweet, DM, dan searching, bisa dilakukan tanpa harus buka tab browser baru!  Begitu pula dengan extensi lainnya semisal facebook, kaskus, kapanlagi, detik, kompas, cineplex 21, dll. Amazing!

Bagaimanapun: tiada software yang sempurna 100% :D

Karena itu, eR-Ka coba buka kekurangan Chrome ini: memakan resource yang sangat besar. Coba perhatikan perbandingan Chrome dengan 2 browser lainnya. Meski begitu, eR-Ka tetap betah dengan Chrome, asalkan tidak membuat PC lemot atau sering crash, eR-Ka tetap akan pakai Chrome ini! :)

 

Browsers Resources

Browsers Resources

Voucha3: Software Server Pulsa tanpa restart

Oktober 26, 2010 6 komentar

Bisnis pulsa elektrik saat ini berkembang pesat. Server pulsa pun menjamur dimana-mana. Namun, kelanggengan dari server pulsa sendiri ditentukan oleh kehandalan software server pulsa yang digunakan.

Voucha3 adalah  software server pulsa yang dilahirkan oleh United Coders. Dengan mengusung prinsip “Tetap Cepat di Jam Padat”, voucha3 menjadi software server pulsa yang banyak digunakan oleh server-server pulsa besar.

Tag voucha3: tetap cepat di jam padat.
Hal ini cukup beralasan mengingat perbedaan struktur desain software voucha3 dengan software-software pulsa lainnya. Kuncinya adalah di sistem pemrosesan transaksi. Voucha3 menggunakan sistem transaksi simultan. Lebih jelasnya, kita ambil contoh di 1 detik bersamaan ada 10 transaksi S5 (kode untuk simpati nominal Rp. 5.0000). Misalkan, kita sudah sediakan pula 10 device (modul + chip) MKios untuk proses kode S5 tersebut. Di voucha3, ke-10 transaksi tersebut akan serentak diproses oleh 10 device tersebut dalam detik yang bersamaan, TIDAK ANTRI di satu device tertentu.

Bagaimana bisa begitu? Voucha3 device menggunakan sistem proses simultan, jadi setiap device yang idle akan langsung memproses transaksi yang masih pending. Sehingga tentu saja masuk akan tagline-nya voucha3: tetap cepat di jam padat! ;)

No “stupid” parsing!
Anda tipe owner yang tidak mau susah-susah setting ini-itu untuk server pulsa Anda? Voucha3 tentu saja sangat cocok bagi Anda. “No stupid parsing”, begitu katanya. Memang betul, untuk device voucha3, Anda tidak perlu melakukan setting parsing/kode transaksi terlebih dahulu. Misalkan untuk transaksi MKios manual, pengisian menggunakan kode USSD: *760*[kode]*[no tujuan]*pin# maka kalau di voucha3, Anda bisa lupakan kode2 tersebut.

Anda tinggal membuat saja nama device MKios, masukkan stok, buka device MKios, masukkan nama device, isi pin, klik start. Tak perlu pusing dengan parsing yang ada. No stupid parsing! :D

Device MKios Voucha3

No stupid parsing!

User friendly
Voucha3 relatif user friendly dibandingkan software pulsa lainnya. Ambil contoh, ketika Anda harus mengubah status kode produk yang jumlahnya mungkin sudah ratusan. Apakah Anda harus ubah satu persatu? Apakah Anda harus install dan buka dulu DB editor?

Di voucha3, yang perlu Anda lakukan adalah seperti ketika Anda melakukannya di windows explorer, yaitu: BLOCKING! Blok saja semua yang perlu Anda ubah statusnya, sebanyak apapun, Anda hanya tinggal mem-blok! Selanjutnya, tinggal klik kanan, status terubah dengan suksesnya! Wow!

Blocking Voucha3

Blocking Voucha3

Tim Support: Layanan TOP Tim support voucha3 banyak diakui kehandalannya.
Dengan layanan reguler dari jam 08.00 – 17.oo WIB setiap hari (termasuk Sabtu/Minggu) dan layanan VIP sampai jam 24.00 WIB, membuat Anda selaku owner server pulsa akan aman dan nyaman. Setiap keluhan tentang server, selalu direspon dengan positi, cepat dan tepat sasaran. Selama problem itu berkaitan dengan voucha3, tim support yang handal dapat memberikan solusinya.

Update Intensif

Setiap software tidak ada yang 100% sempurna. Adalah hal yang mustahil ada satu software yang tidak memerlukan update untuk menuju perbaikan. Itulah kira-kira filosofi dari pengembang voucha3.

Tim development voucha3 sangat responsif. Setiap kali ada permasalahan yang dialami server dan memerlukan update, voucha3 memenuhi ekspektasi tersebut. Software kudet (kurang update)? No way! :)

OK, cukup reviewnya. Jika saat ini Anda menggunakan software lain yang ribet urusan update, kalau perlu bantuan tidak ada support, transaksi melambat di jam-jam padat, inilah saatnya beralih ke Voucha3!

*Kontak vouchaops@yahoo.com untuk melakukan pembelian voucha3.
*Review bukan official dari United Coders.
*Voucha3 adalah merk dagang milik United Coders (http://voucha3.net)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 84 pengikut lainnya.