The Other Boleyn Girl

Para Pemain utama:
Natalie Portman (Anne Boleyn)
Scarlett Johansson (Mary Boleyn)
Eric Bana (Henry VIII)
Jim Sturgess (George Boleyn)

Kisah tokoh-tokoh yang hidup dalam konflik kerajaan (manapun) selalu mengagumkan. Keruwetan kisah cinta, politik, intrik adalah satu paket yang hampir selalu ada, yang kemudian melahirkan sejarah. The Other Boleyn Girl adalah sebuah film yang diadaptasi dari novel dengan judul serupa dari seorang pengarang, Philippa Gregory. Novel sejarah yang best-selling.

Dikisahkan ada dua orang perempuan yang akan mengukir sejarah, melahirkan generasi yang tidak tanggung-tanggung pentingnya. Dua orang perempuan itu, adik-kakak, Anne Boleyn dan Mary Boleyn terlibat dalam cinta Raja Henry VIII. Waktu kejadiannya adalah pada abad ke-16.

Konflik percintaan tidak berakhir pada diperolehnya cinta oleh masing-masing tokoh. Tetapi sekian banyak kepentingan politis menyertainya. Semula, Henry VIII diprediksikan akan memilih Anne Boleyn, yang memang masih single. Sedangkan adiknya, Mary Boleyn sudah lebih dahulu menikah. Tetapi Raja Henry abai terhadap Anne karena karakternya yang dianggap terlalu maskulin (mandiri), dan menyebabkan dirinya celaka dalam sebuah perburuan.

Karena Anne tidak berhasil memikat Raja Henry, maka Mary, sang adik, walaupun sudah menikah dipilihya untuk menjadi selir. Sedangkan suaminya diberi kedudukan di kerajaan. Mary, yang belum dinobatkan sebagai Ratu, hamil. Tetapi dia diasingkan. Saat itu, secara mengejutkan Raja Henry terpesona oleh “kemaskulinan” Anne. Semula, padahal sifat itu tidak menyenangkan Raja Henry. Dengan menghadiahkan perhiasan, Raja Henry mencoba menggaet Anne.Tentu saja Anne yang berwatak cerdik itu jual mahal. Sehingga Raja Henry “gemas” dibuatnya.

Konflik bagaimana Anne menampuk kekuasaan sebagai Ratu sangat pelik. Agak melelahkan mengikutinya. Tetapi tentu saja tetap menarik, dibandingkan mengikuti konflik rumah tangga para pesohor negeri ini, yang merasa dirinya sangat penting. Perhatikanlah watak dan perangai Raja Henry yang tampak “plin plan” dalam memilih ratu. Perhatikan pula watak dan perangai kakak-adik Boleyn yang kompleks.

Anne Boleyn adalah seorang perempuan cerdik, pandai berdebat, serta obsesif. Melahirkan seorang anak laki-laki adalah dambaan setiap ratu, demikian pula bagi Anne. Tapi, di zaman kerajaan Inggris abad 16 itu belum ada tabib seperti di zaman Jang-Geum, di mana konon terdapat ramuan yang mampu menentukan jenis kelamin bayi. Sehingga ketika Anne melahirkan anak perempuan, depresilah dia..

Anne, yang obsesif, berstrategi untuk inses dengan adik laki-lakinya, ketika fetus keduanya gugur. Sialnya ada mata yang menyaksikan. Terbongkarlah itu rencana gila. Hasilnya? Hukum pancung kepala untuk keduanya. Hukuman pada zaman kerajaan dulu selalu terasa ganjil. Mereka dipancung di depan rakyat banyak.

Hal yang paling mengejutkan, adalah ketika di akhir cerita, anak Anne dibesarkan oleh Mary, sang rival yang juga saudara kandungnya. Dengan adegan yang membuat penasaran, karena saya tidak pernah tahu, adalah ketika disebutkan bahwa anak Anne itu bernama ELIZABETH. That’s it! Film selesai. Tampaknya tidak ada lagi kaitannya dengan kerajaan yang sarat intrik dan konflik itu. Cari punya cari ternyata Elizabeth, yang berambut merah itu adalah Elizabeth I, yang watak dan perangainya sangat mengagumkan. “Aku menikahi Inggris” itulah yang terdengar ganjil tapi sekaligus agung yang selalu terngiang-ngiang setelah saya menyaksikan film Elizabeth I bertahun-tahun lalu.

Daripada mengikuti kisah Cinta Laura yang manja lagi lucu itu, mengorek kehidupan tokoh-tokoh besar dalam sejarah selalu saja lebih powerfull (ya iyalah). Kisah leluhur kita pun pasti tak akan kalah serunya. Demi napak tilas syaiah yang tertampung di dalam diri dan demi melihat titik cerah kesejatian diri kita.

Oya dari garis keturunan Mary Boleyn-lah akan muncul Winston Churchill, Lady Diana, dan Charles Darwin. Waw!

Tulisan disumbangkan oleh Ani Kurniasih [Editor]

3 Tanggapan

  1. Ada satu novel Inggris tentang kerumitan hubungan keluarga dalam kerajaan. Judulnya Titius Groan, karangan Mervyn Peake. Dalam ceritanya, hubungan antar keluarga itu hancur banget. Tatapi cara penyajian ceritanya lucu.

  2. Terima kasih infonya. Memang, kisah-kisah tentang hubungan antar keluarga adalah kisah klasik yang akan selalu berulang apapun bentuknya. Dari zaman kisah anak-anak Adam pertama, sampai kisah-kisah keluarga modern zaman sekarang.
    BTW, kalau boleh tahu, ada ebooknya nggak “Titius Groan”? :D

  3. 0iy,satu hal yang mbuat saya penasaran knp mencari2 inf0 ttg Kel.B0leyn adalah slh satu lagu dr mc.Fly yg bjudul Transylvania..cb d dgr..dsitu anne b0leyn jd peran utama!lagunya juga bagus bgt!

Tinggalkan Balasan