Beranda > Gadgets > BB10 Z10: I want it!

BB10 Z10: I want it!


Sejatinya, acang adalah acang, benda mati, secanggih apapun. Dia ada untuk mempermudah hidup, bukan untuk mempersulit hidup. Dia ada untuk membantu keperluan-keperluan, bukan untuk memperbudak. Dia ada untuk mendekatkan, bukan untuk menjauhkan.
z10
Blackberry..
Entah kenapa, satu nama ini mencuri perhatian saya lewat seri 7290-nya yang ‘aneh’ di saat saya gemar dengan HP CDMA Sanex dan Sewon yang keduanya sudah tewas saat ini, dan HP GSM PDAPhone yang saya ganti-ganti antara Palm dengan Windows Mobile/PPC. Satu hal yang melewati ekspektasi saya dari BB7290 alias BB pertama saya: SOLID!
Apanya yang solid?
Ya bentuknya yang kokoh, ya aplikasinya yang memenuhi kebutuhan saya dalam tuntutan pekerjaan. Satu saat, di salah satu pekerjaan saya, saya dirasakan menjadi sangat membantu salah satu atasan saya karena selalu bisa online dan merespon dengan cepat email-email yang ditujukan untuk saya. Meskipun, saya saat itu berada di lapangan. Hubungan atasan-bawahan yang tadinya kurang harmonis, menjadi lebih harmonis, dan kekompakan tim kami jadi lebih terjaga, lebih SOLID!
Lama berganti-ganti Blackberry, dari tipe satu ke tipe satu lagi. Semua tak lain karena kebutuhan ONLINE 24 jam untuk melayani customers saya sebagai risiko pekerjaan saya sebagai pelayan konsumen alias customer service. Tak terasa, Blackberry mengajarkan saya arti kesabaran, terutama ketika melayani customers yang banyaknya tidak sabaran. Jaringan yang semakin penuh, membuat BB saya semakin ahli mengajari saya bersabar. Menunggu antrian panjang, terhindar dari keluh kesah karena dunia pekerjaan saya ada di genggaman saya lewat Blackberry.
Waktu berlalu semakin cepat, teknologi rekayasa informasi berkembang jauh lebih cepat. Dan tuntutan pekerjaan pun semakin kompleks.
Tadinya, cukuplah Blackberry yang membantu saya dalam urusan pekerjaan. Namun, BB semakin tertinggal sehingga banyak yang meminggirkan, menggantinya dengan HP lain yang lebih canggih dari sisi hardware maupun software. Aplikasi di BB yang terbatas, memori terbatas, berakhir cukup tragis dengan meminggirkan BB hanya untuk BBM/email/instant messaging dan ini pun dengan berat hati melanda saya.
Saya tidak bisa menjadikan BB untuk edit dokumen (terutama excel). Iya kalau sekedar edit hal-hal sederhana, tapi tidak untuk hal sesederhana formula matematis (1+1 misalnya). Akhirnya, gadget ber-OS lain menjadi pilihan pendamping. Kadang iOS, kadang Android, tapi BB tetap untuk messaging device.
Saat kemunculan Playbook, kembali gairah ini muncul lagi. Sudah bosan dengan gadgets yang tidak bisa multi-tasking (hello, zaman segini masih single tasking?). Harapan tertumpu ke PB yang mengusung OS berbeda dengan OS BB7 (terakhir saat itu).
Sedap sekali rasanya bisa merasakan produk besutan Blackberry tanpa hang, tanpa jam pasir, tanpa lemot, dan sooooo smooooottthhhh…
Tapi sayang beribu sayang, kembali persoalan aplikasi mendera. Aplikasi-aplikasi yang mendukung untuk urusan bisnis, sedikit sekali yang bisa saya manfaatkan dibanding di tablet/hp Android, apalagi iOS.
Dan… penantian pun terus berlanjut, berharap pada kehadiran The New Gen of BB: BB10 Z10!
Yeah! Cuma bisa ngiler saja baca kawan-kawan yang berteman dengan temannya yang baik hati, yang rela meminjamkan BB10 Alpha Device. Cuma bisa ngiler saja membayangkan, betapa mini PB dengan peningkatan kemampuan yang signifikan. Cuma bisa membayangkan, membayangkan dan membayangkan.
Membayangkan Z10 sebagai flagship BlackBerry saat ini, sudah mempunyai kemampuan di atas Playbook yang sudah saya pakai. Z10 yang true multitasking yang saat ini tidak ada handheld lain mampu melakukannya, minimal untuk OS tiga besar. True multitasking, bukan multitasking semu yang hanya mampu menjalankan 1 atau 2 aplikasi yang ditentukan saja, tapi betul-betul multitasking selayaknya di PC. Sambil menunggu selesai proses di browser, misalnya, kita bisa nonton film atau main game dulu atau mengerjakan edit dokumen dulu.
Membayangkan Z10 yang akan mempermudah hidup ini, bukan membebani hidup. Bagaiman mungkin bisa meringankan beban orang lain kalau kita sendiri masih sibuk dengan urusan mempermudah diri sendiri? Terbayang Z10 sooo simple to use dengan gesturenya yang intuitif. Unlock, tinggal geser layar, tidak perlu cari-cari tombol. Mau pindah-pindah aplikasi, tinggal sapu jari di atas layar. Mau lihat semua aplikasi yang jalan, tinggal sapu di layar. Mau lihat BlackBerry Hub untuk melihat semua notifikasi dan pesan, tinggal sapu layar. Simple dan mudah banget!
Membayangkan Z10 yang tidak perlu lagi cabut batere karena jam pasir. Tidak ada lagi yang namanya hang berjamaah. Hang seluruh fungsi BB gara-gara mandeg di satu fungsi (misal restore BBM), tidak perlu lagi ada. Membayangkan Z10 yang serba gegas, cekatan, siap sedia membantu melayani saya.
Z10, OS BB10 pengembangan dari OS QNX yang baru di PB saja sudah hampir memenuhi kebutuhan…
Z10, True Multi-tasking!
Z10, No jam pasir!
Z10, Ada gitu handheld selain BB yang bisa BBM-an?
Z10, Ketimbang berharap handheld lain ber-BBM, lebih nyata Z10 yang jelas-jelas dari BB dan ada aplikasi seperti di platform lain.
Z10 + Telkomsel: cepet, so smooth, so snappy, so cool, GUE banget!
Kategori:Gadgets
  1. September 15, 2013 pukul 9:55 am

    After prepping your brick, it will give it the illusion of
    sandstone. Now that you have all of the materials for the job, the next thing to do
    is to go around and re-caulk your entire house. There are several things to consider
    when it comes to home improvement.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: